Apa Itu Stacking Load? Panduan Lengkap untuk Pergudangan

Apa Itu Stacking Load? Panduan Lengkap untuk Pergudangan

Mengenal Konsep Stacking Load dalam Dunia Logistik

Dalam dunia logistik dan pergudangan, istilah stacking load sering muncul ketika membahas tentang kapasitas penyimpanan dan ketahanan pallet. Namun, masih banyak praktisi atau pemilik usaha yang belum sepenuhnya memahami arti dari stacking load serta bagaimana penerapannya dalam operasional sehari-hari.

Artikel ini akan membahas secara lengkap apa itu stacking load, bagaimana cara menghitungnya, serta mengapa konsep ini sangat penting untuk efisiensi dan keamanan pergudangan Anda.

Apa Itu Stacking Load?

Stacking load adalah kemampuan sebuah pallet untuk menahan beban ketika disusun (ditumpuk) secara vertikal dengan pallet lain di atasnya. Dengan kata lain, stacking load menunjukkan kapasitas maksimal beban yang dapat ditopang oleh sebuah pallet dalam kondisi tumpukan tanpa menyebabkan deformasi atau kerusakan.

Konsep ini sangat krusial karena penyimpanan dengan cara ditumpuk (stacking) adalah metode yang umum digunakan di gudang modern untuk menghemat ruang.

Mengapa Stacking Load Penting?

1. Keamanan Barang dan Pekerja

Jika kapasitas stacking load terlampaui, pallet bisa retak, melengkung, bahkan ambruk. Hal ini berisiko merusak barang dan membahayakan keselamatan pekerja gudang.

2. Efisiensi Ruang Gudang

Dengan memahami stacking load, perusahaan dapat memaksimalkan tinggi tumpukan pallet tanpa mengurangi aspek keamanan.

3. Perencanaan Logistik yang Tepat

Data stacking load membantu tim logistik dalam menentukan metode penyimpanan terbaik serta meminimalisir kerugian akibat kesalahan penyimpanan.

Baca Juga  One Way Pallet: Solusi Pengiriman Sekali Pakai

Faktor yang Mempengaruhi Stacking Load

Beberapa faktor yang menentukan besar kecilnya kapasitas stacking load antara lain:

  • Jenis Material Pallet
    Pallet plastik umumnya memiliki stacking load lebih stabil dibanding pallet kayu karena tidak mudah melengkung.
  • Desain Pallet
    Pallet dengan struktur kaki (block pallet) biasanya lebih kokoh dibanding stringer pallet.
  • Distribusi Beban
    Beban yang merata akan lebih mudah ditopang daripada beban yang terfokus di satu titik.
  • Kondisi Lingkungan
    Suhu, kelembapan, dan paparan bahan kimia dapat memengaruhi kekuatan material pallet.

Cara Menghitung dan Menggunakan Stacking Load

Biasanya, produsen pallet mencantumkan kapasitas stacking load dalam spesifikasi produknya. Contoh:

  • Dynamic load (beban saat pallet diangkat forklift) : 1.000 kg
  • Static load (beban saat pallet diletakkan di permukaan datar) : 3.000 kg
  • Stacking load (beban saat pallet ditumpuk) : 1.500 kg

Jika Anda berencana menumpuk pallet hingga lima tingkat, maka setiap pallet harus mampu menahan total beban dari pallet di atasnya sesuai angka stacking load yang disarankan.

Kesimpulan

Memahami apa itu stacking load sangat penting bagi setiap perusahaan yang mengelola gudang dan distribusi. Dengan penerapan yang tepat, stacking load bukan hanya membantu menghemat ruang penyimpanan, tetapi juga memastikan keamanan barang serta pekerja.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *